AIR
Greenia Meliadi
1 PELARUTAN GULA DALAM AIR PANAS LEBIH CEPAT DIBANDING AIR DINGIN
Kita sering menjumpai
gula dalam kegiatan sehari-hari kita. Saat pagi hari kita membuat teh maupun
membuat kopi untuk menikmatinya bersama sarapan pagi kita. Kita biasa menikmati
teh maupun kopi pada pagi hari diseduhkan dengan air hangat; namun coba Anda
bayangkan apa yang akan terjadi jika teh maupun kopi Anda disajikan dengan air
dingin/ air es? Apakah ada perbedaanya?
Apakah Anda penasaran bagaimana gula yang sifatnya benda padat lebih mudah
larut pada suhu air yang panas dibanding pada air es? Mengapa bisa terjadi
demikian? Saya akan membahasnya pada penjelasan hari ini.
Gula merupakan pemanis
yang mengandung karbohidrat . Gula biasa dijumpai baik pada jagung, tebu, dan
lain sebagainya. Gula dalam kegiatan sehari-hari kita digunakan untuk
mempermanis makanan maupun minuman yang akan kita nikmati. Ada 2 jenis gula
dalam kehidupan sehari-hari kita: Monosakarida dan Disakarida. Monosakarida
merupakan jenis gula yang mudah larut dalam air, tak berwarna, dan berbentuk Kristal.
Contoh dari Monosakarida adalah glukosa, fruktosa,galaktosa, xilosa, dan ribosa.
Sedangkan Disakarida merupakan senyawa yang terbentuk dari 2 Monosakarida yang
mengalami kondensasi. Contoh sederhana dari Disakarida adalah sukrosa, maltosa, dan laktosa. Contoh sukrosa dalam kehidupan
sehari-hari adalah gula pasir; untuk maltosa dalam kehidupan sehari-hari adalah
ubi jalar, sedang untuk laktosa adalah susu.
Namun, mengapa gula yang
sifatnya padat lebih mudah larut pada air dingin? Jawabannya terletak pada
molekul air panas. Molekul pada air panas bergerak lebih cepat dan membuat
ruang lebih besar sehingga jarak antara partikel dan gaya Tarik air panas lebih
besar dibanding gaya Tarik pada air dingin. Inilah yang menjadi alas an mengapa
gula lebih cepat larut dalam air panas.
2. Air dan Minyak
Seringkali, kita melihat
bahwa air mampu melarutkan segala sesuatu. Seperti gula, garam, maupun zat-zat
tertentu lainnya. Akan tetapi, pernahkah kalian melihat air dan minyak saling
bercampur? Jikalau Anda penasaran, Anda dapat menyaksikan video dibawah artikel
ini.
Ternyata, setelah kita
menyaksikan video tersebut air tak dapat bersatu dengan minyak. Seperti suatu
peribahasa: “Bagaikan Minyak dan Air yang tak dapat Bersatu”.
Air dan minyak sama –sama
merupakan benda berwujud cair; akan tetapi air dan minyak memiliki banyak
perbedaan 1 sama lain. Ketika minyak dicampur dengan air, minyak akan cenderung
naik ke permukaan air (mengapung). Ini dikarenakan masa jenis minyak lebih
ringan dibandingkan masa jenis air. Air juga memiliki gaya kohesi yang lebih
ringan disbanding gaya adhesinya, ini yang menyebabkan air mudah menyebar ketika
tumpah dimanapun ia berada. Minyak memiliki sifat yang berkebalikan dengan
sifat air. Gaya kohesi minyak lebih besar disbanding gaya adhesinya, ini yang
menyebabkan apabila minyak tumpah; posisi minyak tak mudah menyebar seperti air,
melainkan cenderung mempertahankan posisinya.
Selain karena gaya adhesi
dan kohesi, air dan minyak juga berbeda dalam hal penyatuannya. Air bersifat
POLAR. Ini berarti, air memiliki kutub positif pada hydrogen sedang kutub negative
pada oksigen. Sedangkan minyak bersifat NONPOLAR. NONPOLAR berarti minyak tak
memiliki bagian kutub yang memiliki muatan baik yang positif maupun yang negatif.
Inilah yang menyebabkan air dan minyak tak dapat menyatu. Sekarang Mengertikah
Anda alasan air dan minyak tak dapat bersatu?
3. Mengapa Telur Dapat Mengambang pada
Air yang Asin?
Telur juga merupakan
salah 1 makanan yang tidak asing untuk kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari
kita. Seringkali, kita sarapan dengan telur bukan? Akan tetapi, tahukah Anda ,
bahwa telur yang ringan tersebut apabila kita celupkan dalam air pasti akan
tenggelam. Mengapakah hal ini dapat terjadi? Apakah penyebabnya? Telur dapat
tenggelam dalam air dikarenakan masa jenis telur lebih berat dibandingkan
dengan gaya tekan air. Namun, tahukah Anda, selain tenggelam, telur pun dapat
mengapung, bahkan dapat melayang dalam air! Bagaimanakah caranya agar telur
dapat mengapung maupun melayang dalam permukaan air? Pertama-tama, Anda dapat
menyiapkan beberapa hal untuk bereksperimen.
Inilah beberapa hal yang
perlu Anda siapkan:
1. Telur - 2 butir
2. Air mineral – 2 gelas
3. Garam – I bungkus.
Pertama-tama, siapkan
dahulu bahan- bahan eksperimen seperti yang tertera di atas. Yang kedua, pilih
salah 1 gelas berisi air mineral, lalu campurkanlah dengan garam sebanyak 5
sendok makan. Ketiga, setelah selesai mencampur, silahkan celupkan 1 telur, masing-masing
ke dalam 1 gelas (1 telur dicelupkan dalam air biasa, sedangkan telur lainnya
pada gelas yang berisi air garam. Setelah selesai, silahkan Anda lihat dan
amati hasilnya. Coba Anda perhatikan perbedaanya dan renungkanlah apa yang
telah terjadi dalam experiment tersebut.
Ternyata, setelah telur
dicelupkan ke dalam bejana berisi air yang telah dicampur dengan garam dalam
jumlah banyak menyebabkan telur mengapung? Mengapa ini dapat terjadi? Apakah
rahasia mengapa telur dapat mengapung?
Alasan telur dapat mengapung
pada air yang memiliki kadar garam tinggi disebabkan karena masa jenis air garam lebih tinggi dibanding masa
jenis telur. Inilah yang menyebabkan telur dapat mengapung dalam air garam
sedangkan telur akan tenggelam ketika dicelupkan ke dalam air biasa.
Hal yang sama juga
terjadi pada telur yang melayang dalam air garam. Ini terjadi karena masa jenis
telur = gaya tekan air. Nah, setelah membaca artikel di atas, Anda dapat juga menyaksikan video berikut ini agar semakin
menambah ilmu. Terimakasih!
Video:
Download Video:
File PPT:



Komentar
Posting Komentar